Pasar Tiban Beri Berkah Jemaah Masjid Baiturrahman

Pasar Tiban yang rutin setiap hari Jumat dan libur tanggal merah, selalu menarik perhatian umat muslim, terutama di hari Jumat.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Pasar Tiban, yang selalu ada setiap hari Jumat dan hari libur tanggal merah di area halaman Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Jumat (24/1/2020) 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Jumat berkah itulah yang di rasa pedagang kaki lima ketika menjajakkan pernak-pernik dagangan di area halaman Masjid Baiturrahman.

Dagangan yang rutin setiap Jumat dan libur tanggal merah, selalu menarik perhatian umat muslim, terutama di hari Jumat.

Terkait aktivitas perdagangan tersebut, jemaah Masjid Baiturrahman banyak menyebutnya Pasar Tiban atau Pasar Krempyeng.

"Orang-orang sering menyebut Pasar Tiban. Karena jualan sebentar terus hilang alias tidak sering," terang Sidik, selaku takmir Masjid Baiturrahman, Jumat (24/).

Beralaskan tikar dan kertas, para pedagang mulai memamerkan beraneka dagangan sebelum salat Jumat dimulai, bahkan berjualan sampai malam setelah Salat Isya.

Pedagang yang menjajakkan dagangan setiap hari Jumat di area halaman Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan aktivitas tersebut sering disebut Pasar Tiban, Jumat (24/1/2020)
Pedagang yang menjajakkan dagangan setiap hari Jumat di area halaman Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan aktivitas tersebut sering disebut Pasar Tiban, Jumat (24/1/2020) (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Barang yang diperjual belikan pun beraneka ragam, seperti minyak wangi, obat tradisional, aksesoris gelang, jam tangan, tasbih, bahkan jenis pakaian pun dapat di jumpai dengan harga miring.

"Retribusi jualan di area halaman Masjid ada, terkhusus sebagai sedekah masjid," tambah Sidik.

Selain retribusi yang dikenakan pedagang sebagai sedekah masjid, pihak pengelola Masjid Baiturrahman juga memberikan aturan terkait barang yang diperjual belikan dan aturan menjaga kebersihan.

"Pastinya barang yang dijual belikan harus halal, selain itu kebersihan harus dijaga para pedagang. Supaya tidak mengotori area masjid, dan jemaah tetap nyaman melakukan ibadah," pungkas Sidik.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved