Makna Merah Lampion Menghias Setiap Perayaan Imlek

Lampion awalnya tradisi yang dibawa oleh orang Tionghoa sebagai simbol tolak bala atas semua kejahatan maupun keburukan.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Merah meriah lampion yang berada di Klenteng Tek Hay Bio, di Jalan Gang Pinggir No. 105-107, Semarang, Sabtu (25/1/2020) 

TRIBUNJATENGWIKI. COM, SEMARANG - Berkunjung ke tempat peribadatan umat Tionghoa yakni klenteng, pasti akan menjumpai lampion menggantung di setiap atap, atau langit-langit atas menghiasi tiap sisi manapun.

Tak hanya di klenteng, beragam tempat lain pun dengan mudah di jumpai lampion, seperti di tempat berbelanjaan, cafe, hotel, serta gedung-gedung pemerintah atau yang lain terutama saat perayaan Imlek.

Berbentuk bulat, berwarna merah, dengan dalamnya terdapat cahaya berwarna kuning, sisi luar terdapat tulisan dengan huruf Mandarin atau sering dinamakan huruf hanzi semakin memperindah bentuk lampion tersebut.

Di kutip dari Kompas. com, JJ Rizal selaku sejarawan mengatakan jika warna merah lampion bermakna sebagai pengharapan, yakni harapan yang menggantikan sifat kegelapan maupun kesedihan berubah menjadi kebahagiaan.

Lampion awalnya tradisi yang dibawa oleh orang Tionghoa sebagai simbol tolak bala atas semua kejahatan maupun keburukan.

"Orang China menggunakan lampion untuk perayaan tahun baru Imlek seiring dengan mengenal teknik membuat kertas di masa-masa paruh pertama tahun masehi," katanya melalui Kompas. com, Sabtu (25/01/2020).

Pada perayaan tahun baru Imlek, warna merah memiliki makna yang berbeda, yakni lambang kebahagiaan, kebaikan hati, kebenaran, ketulusan hati, dan kemakmuran.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved