Santap Nasi Berkat, Berkahkan Nyadran Kali di Desa Kandri

Dari semua proses acara yang berlangsung, ada satu hal yang dinantikan semua pengunjung dan para pelaku kirab Nyadran Kali, yakni santap nasi berkat.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Tampak antusias masyarakat Desa Kandri yang mengikuti Nyadran Kali melakukan makan bersama atau santap nasi berkat, sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, Kamis (30/1/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Sudah menjadi tradisi tahunan, Nyadran dilakukan masyarakat Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kamis (30/1/2020) pagi. 

Dari semua proses acara yang berlangsung, ada satu hal yang dinantikan semua pengunjung dan para pelaku kirab, yakni santap nasi berkat atau makan bersama.

Santap nasi berkat dilakukan setelah pemangku adat selesai meletakkan kepala kerbau sebagai sesaji di Sendang Gede, dilanjutkan pembacaan doa.

Dengan daun pisang sebagai alas makan, masyarakat yang mengikuti kirab menuangkan nasi yang telah mereka bawa beserta lauk pauk.

Lauk pauk yang dibawapun beraneka macam, seperti sayur uraban, tahu, tempe, ikan lele, bandeng, dan mujaer.

Lasmi yang mengikuti santap nasi berkat, menuturkan acara makan bersama setelah kirab sebagai ucapan terima kasih dan berkah yang telah diberikan Tuhan yang maha kuasa agar senantiasa diberikan keselamatan.

"Santap nasi berkat dilakukan paling akhir, setelah kepala kerbau diletakkan di samping Sendang Gede. Sebelum berdoa, daun pisang ditata berjejeran lurus, guna sebagai tempat menaruh nasi beserta lauk pauk," terangnya.

Dengan hikmat dan nikmat, masyarakat yang mengikuti kirab atau pengunjung yang datang melihat, ikut bersama-sama makan nasi wakul atau nasi berkat.

Sebelumnya rangkaian acara Nyadran Kali, di Desa Kandri telah dilakukan sejak Rabu, (29/1) malam, dimulai dari pengambilan air suci dari Sendang Pancuran menuju Sendang Gede.

Kemudian dilanjutkan hari Kamis, dengan kirab diikuti masyarakat setempat dengan mengarak kepala kerbau, gunungan, sayur-sayuran, jajan pasar, dan nasi wakul yang digendong Ibu-Ibu pelaku kirab.

"Acara sudah sejak tadi malam, dimulai dari pengambilan air di Sendang Pancuran. Hari ini dilanjutkan dengan kirab bersama, mengarak kepala kerbau, gunungan, sayur-sayuran dan nasi wakul," ucap satu diantara masyarakat yang mengikuti kirab.

Terkait pelaksanaan Nyadran Kali, setiap tahun pelaksanaanya sejak dulu telah ditentukan yakni Rabu Wage dan Kamis Kliwon dalam penanggalan Jawa.

"Untuk tanggalnya harus Rabu Wage dan Kamis Kliwon, tidak bisa diubah-ubah. Misal diubah konon dapat menimbulkan petaka," pungkas Lasmi.

(TRIBUNJATENGWIKI. COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved