Dulu Dikenal sebagai Area Rawan Begal, Kini Kesan Itu Memudar dengan Hadirnya Masjid Kapal

Adanya Gedung Safinatun Najjah atau akrab dengan sebutan Masjid Kapal ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga Kelurahan Podorejo, Ngaliyan.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Beberapa ruko jajan yang berada di halaman Gedung Safinatun Najjah atau kerap dengan sebutan Masjid Kapal, namun sekarang digunakan sebagai gedung pertemuan, yang berlokasi di Jalan Kyai Padak, Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Adanya Gedung Safinatun Najjah atau akrab dengan sebutan Masjid Kapal ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga Kelurahan Podorejo, Ngaliyan.

Satu diantaranya Rojanah yang kini membuka stand warung jajan di halaman Gedung Safinatun Najjah.

"Dulu Podorejo pandangannya buruk terus, identik tindak kriminal seperti begal, pencurian. Namun sekarang sudah beda, pandangan tersebut lambat laun memudar. Itu karena adanya Gedung Safinatun Najjah yang kini jadi wisata banyak orang," ucap Rojanah, Jumat (31/1/2020).

Meskipun Gedung Safinatun Najjah jauh dari pusat kota, ternyata tak menyurutkan orang untuk datang dan berkunjung, yang menjadikan Podorejo kerap ramai riuh kendaraan.

Rojanah yang dulu seorang pekerja serabutan, dari kuli tani, dan kuli bangunan pun bersyukur dengan adanya sebuah gedung yang terinspirasi kapal Nabi Nuh.

"Alhamdulillah, sedikit demi sedikit ada penghasilan buat keseharian. Terutama weekend, pengunjung banyak yang datang," tambahnya.

Jajanan yang diperjual belikan pun beraneka macam, aneka minuman, mie instan, duren, rambutan, tapai, gorengan dan lain-lain.

"Terkait biaya administrasi, setiap Minggu kami memberikan sekitar 10 persen dari biaya yang ditentukan oleh pihak pengelola. Biaya tersebut sebagai pengelolaan dan perawatan bangunan," imbuhnya.

Bangunan yang diresmikan sekitar tahun 2016, dengan luas 2.500 meter persegi, dulu merupakan area perkebunan dan persawahan.

Setelah diresmikan, banyak orang berkunjung meskipun waktu itu bangunan belum sepenuhnya rampung.

"Banyak orang yang datang, apalagi bentuk bangunannya unik. Orang-orang pun banyak yang menamakan Masjid Kapal. Sebenarnya bangunan ini bukan masjid, melainkan gedung pertemuan," pungkasnya.

Berkah hadirnya Gedung Safinatun Najjah, turut pula dirasakan satu di antara penjaga tiket yang tak mau disebutkan namanya.

Menurutnya Podorejo, Ngaliyan, sejak dulu terkenal area rawan begal, karena tempatnya jauh dari kota.

"Daerah sini dulu area rawan, adanya cuma sawah, perkebunan. Namun sekarang sudah ramai kendaraan melewati Kelurahan Podorejo, Ngaliyan," ungkapnya.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved