Ramai Virus Corona, Pembeli Kelelawar di Pasar Karimata Sepi

Heboh virus corona yang menggemparkan dunia, turut pula mewabahi penikmat kelelawar di Pasar Karimata Semarang.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Kelelawar yang diperjual belikan di Pasar Karimata Semarang 

TRIBUNJATENGWIKI. COM, SEMARANG - Heboh virus corona yang menggemparkan dunia, turut pula mewabahi penikmat kelelawar di Pasar Karimata Semarang.

Wabah yang terjadi yakni takut terkena virus, dan menyebabkan sepinya pembeli yang sering mengkonsumsi kelelawar dan kalong.

"Sekarang sepi pembeli selama seminggu ini. Padahal, biasanya, satu dua orang pasti ada yang hubungi saya, paling enggak pesan satu atau dua ekor," ucap Marimin, mengutip dari Kompas.com, (31/1/2020).

Seorang yang telah berjualan kelelawar selama tujuh tahun ini, tak percaya jika kelelawar dan kalong termasuk sebagai penyebab virus corona.

"Saya rasa kelelawar tidak dapat menularkan virus. Makannya cuma buah, jadi tidak sembarangan yang dimakan. Saya sudah jualan kelelawar selama tujuh tahun tidak pernah kena penyakit apa-apa kok," tambah pria asli Klaten ini.

Jika ada orderan masuk, setiap harinya Marimin menjual kelelawar dan kalong seharga Rp 20 ribu-Rp 50 ribu per ekor, dari harga awal yang ia dapatkan dari pemburu seharga Rp 5 ribu.

Dijual belikannya hewan kelelawar dan kalong menurut Marimin, memiliki khasiat dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal dan asma.

"Biasanya yang laris pada beli kalong. Karena khasiatnya sebagai obat asma dan gatal. Kalau yang doyan, dagingnya dapat dimakan," imbuhnya kembali.

Virus sangat mematikan yang berawal dari negeri tirai bambu, ternyata tak hanya berdampak dari segi kesehatan yang menyebabkan kematian, ternyata dampak lain pun dapat mewabahi semuanya.

"Sekarang benar-benar tidak ada yang mau beli. Penghasilan saya juga turun banyak," pungkasnya.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved