Place

Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang

Museum Perjuangan Mandala Bhakti sebagai satu di antara tempat penyimpanan benda persenjataan serta kisah perjuangan Pangeran Diponegoro.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Museum Perjuangan Mandala Bhakti Semarang yang berlokasi di Jalan Mgr Sugiyopranoto No 1, Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (19/2/2020) 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Sebagai kota dengan beragam peristiwa, termasuk penjajahan yang dilakukan kolonial Belanda maupun Jepang, Semarang selalu jadi saksi.

Pertempuran lima hari dan geger Pecinan, merupakan satu di antara sejarah perlawanan putra-putri bangsa yang dilakukan masyarakat pribumi, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Guna perjuangan para TNI dan masyarakat pribumi yang meninggalkan banyak cerita tak hilang dimakan zaman, kini potret sejarah perjuangan tersebut tersimpan di salah satu Museum Perjuangan Mandala Bhakti (MPMB) Semarang.

Sejarah Singkat

Berdirinya MPMB tak lepas dari hadirnya penjajah yang ada di Semarang.

Di mulai sekitar tahun 1906, gedung Mandala Bhakti dulunya didirikan oleh Kolonial Belanda yang di arsiteki I Kuhr E dan Van Leeuwen.

Gedung tersebut digunakan sebagai pengadilan tinggi Belanda atau Raad van Justitie di Semarang.

Tahun 1942 saat perang pasifik, gedung Mandala Bhakti dikuasai oleh Jepang dan dijadikan markas Kempetai militer Jepang.

Berkat kegigihan dan perjuangan para putra putri bangsa, gedung Mandala Bhakti dapat dirampas dari tangan Jepang.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tahun 1950 gedung Mandala Bhakti digunakan sebagai markas besar Wilayah II Komando Daerah (Kodam) IV Diponegoro.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved