Place

Makam Ki Ageng Pandanaran, Pendiri Semarang

Ki Ageng Pandanaran sebagai tokoh pendiri Kota Semarang. Makamnya berada di Jalan Mugas Dalam II, Nomor 04, RT 07/RW 03, Mugassari.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Pendopo makam Ki Ageng Pandanaran yang berlokasi di Jalan Mugas Dalam II, Nomor 04, RT 07/RW 03, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (25/2/2020) siang. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Berkunjung ke Ibukota Jawa Tengah, tak lengkap jika tak mengenal tokoh pendiri kota kota Atlas ini.

Ki Ageng Pandanaran, itulah tokoh yang berperan besar dari hadirnya Semarang.

Beliau merupakan tokoh penyebar agama Islam, sekaligus menjadi bupati pertama di Semarang, yang makamnya ada di Jalan Mugas Dalam II, Nomor 04, RT 07/RW 03, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Sejarah singkat

Berdirinya Semarang tak lepas dari babat alas yang dilakukan Ki Ageng Pandanaran berlokasi di Pulang Tirang atau Tirang Ngampar yang kini menjadi Mugas sekira abad ke-16.

Menurut satu di antara juru kunci makam Ki Ageng Pandanaran Suwarno menceritakan, terkait tanggal, bulan, tahun kelahiran, bahkan wafat Ki Ageng Pandanaran tak ada perkiraan pasti serta catatan sejarah yang ditemukan.

"Tanggal, hari, bulan, tahun Kami tak bisa menemukan kapan beliau ( Ki Ageng Pandanaran) lahir dan wafatnya. Namun dalam sejarah yang Kami himpun perkiraannya beliau wafat sekira tahun 1547," paparnya, Selasa (25/2/2020) siang.

Mengutip sejarah yang dihimpun dari Yayasan Sosial Sunan Pandanaran Semarang, selaku pengelola makam Ki Ageng Pandanaran.

Ki Ageng Pandanaran merupakan cucu dari Pangeran Suryo Panembahan Sabrang Lor (Sultan kedua Kesultanan Demak), putra dari Maulana Ibnu Abdul Salam atau Pangeran Madiyo Pandan.

Awal perjuangan beliau sebagai penyiar agama Islam ketika diutus Sunan Kalijaga dakwah di area Semarang, yang dulunya masih berupa alas, serta karang pinggir pantai.

Beliau berhasil meng-Islamkan sejumlah penduduk yang dulu masih memeluk agama Hindu, termasuk istrinya bernama Endang Sejanila putri dari Pendeta Pragota.

Penamaan Kota Semarang, berasal dari ujaran beliau ketika dakwah di daerah Bubakan.

Berawal ketika beliau melihat pohon asem (asam) yang tumbuhnya jarang namun subur.

Keanehan pohon asam yang tumbuhnya jarang tersebut diberikan nama Semarang.

Pada akhir hayatnya, tak ada yang tahu pula terkait tahun berapa Ki Ageng Pandanaran wafat.

Namun wafatnya Ki Ageng Pandanaran diperkirakan sekira 72 tahun sebelum tahun 1547 Masehi.

Tahun 1547 merupakan tahun bersejarah bagi Kota Semarang, karena tahun tersebut tepatnya tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari jadi Kota Semarang.

Tanggal tersebut diambil dari pengangkatan Ki Ageng Pandanaran II atau Sunan Tembayat sebagai Bupati Semarang ke-2, setelah Ki Ageng Pandanaran selaku ayahnya.

Lokasi

Hanya beberapa menit untuk sampai ke area Makam Ki Ageng Pandanaran jika ditempuh dari tengah kota tepatnya Simpang Lima.

Ikuti kami di
KOMENTAR
112 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved