Masjid Kiai Sholeh Darat

Meski Pernah Dipugar, Masjid Kiai Sholeh Darat Masih Jadi Bagian Peninggalan Mbah Sholeh 

Masjid Kiai Sholeh Darat sebagai satu di antara peninggalan Mbah Sholeh Darat. Meskipun masjid tersebut sebelumnya pugaran dari langgar Mbah Sholeh.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Gerbang masuk Masjid Kiai Sholeh Darat yang berada di Jalan Kakap Darat Tirto, Nomor 212, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (27/2/2020) sore. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Satu di antara peninggalan Kiai Sholeh Darat, hingga kini masih dapat dirasakan yakni sebuah Masjid Kiai Sholeh Darat.

Meskipun pernah dilakukan pemugaran secara keseluruhan, namun letak serta lokasinya masih asli sejak Mbah Sholeh Darat mendirikan masjid ini.

Sejarah singkat

Masjid Kiai Sholeh Darat dulu merupakan langgar atau musala, terbuat dari bahan kayu, berbentuk rumah panggung.

"Dulu bukan masjid seperti sekarang, namun sebuah langgar atau musala, dengan bahan bangunan terbuat dari kayu, dan berdekatan dengan pantai utara" tutur Homsin Basri selaku ketua Takmir Masjid Kiai Sholeh Darat, Kamis (27/2/2020) sore.

Di musala ini Mbah Sholeh mengajarkan beberapa ilmu yang dimiliki, oleh para murid-muridnya.

Sebelah musala, pernah berdiri sebuah pondok pesantren, namun lambat laun bangunan tersebut rusak termakan zaman.

Setelah Mbah Sholeh wafat, tak ada yang merawat serta menjaga beberapa peninggalan beliau, termasuk musala.

Masjid Kiai Sholeh Darat yang berada di Jalan Kakap Darat Tirto, Nomor 212, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (27/2/2020).
Masjid Kiai Sholeh Darat yang berada di Jalan Kakap Darat Tirto, Nomor 212, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (27/2/2020). (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Tak hanya itu saja, daerah Semarang Utara sebagai kawasan langganan are banjir, rob, turut serta menggerogoti bangunan musala yang berbahan kayu.

Tahun 1993 cucu Mbah Sholeh bernama Ali Cholil bersama dzurriyah, yang menempati rumah peninggalan mulai merawat beberapa bangunan, termasuk musala.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved