Museum Jawa Tengah Ranggawarsita

Kenalkan Gambang Semarang, Museum Ranggawarsita Ajak Semua Masyarakat Hadiri Acara Dolan Museum

Museum Jawa Tengah Ranggawarsita selenggarakan acara tahunan Dolan Museum, sekaligus menggelar diuskusi kebudayaan terkait tarian Gambang Semarang.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Meskipun sempat dilanda hujan di sebagian Kota Semarang, pengunjung tetap menyesaki area pendapa luar Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, untuk menghadiri diskusi budaya, Jumat (13/3/2020) malam. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Museum Jawa Tengah Ranggawarsita selenggarakan acara tahunan Dolan Museum, Jumat (13/3/2020) malam.

Acara ini berupa diskusi kebudayaan yang dihadiri pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Menurut Asih Widhiastuti selaku Kepala Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, acara ini sebagai ajakan bagi semua masyarakat untuk lebih menyukai museum.

"Acara tahunan ini telah ada sejak tahun 2015.

Kami harapkan semua peserta yang hadir dapat mengajak semua orang untuk lebih menyukai dan kerap mengunjungi museum," tuturnya.

Berlokasi di area pendopo luar museum, acara tersebut mengusung tema Akulturasi Budaya Dalam Tarian Gambang Semarang.

Tri Subekso selaku Ketua Gambang Semarang Art Company, didapuk menjadi narasumber dalam diskusi kebudayaan itu.

Dia menuturkan jika kesenian Gambang Semarang tidak hanya seni pertunjukan, namun memiliki pesan tuk diketahui.

"Gambang Semarang memiliki pesan tentang akulturasi dua kebudayaan, yakni budaya Jawa dan budaya Tionghoa," tuturnya.

Peserta diskusi tampak asik melakukan gerakan tari Gambang Semarang, dalam acara tahunan Dolan Museum di area pendapa luar Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Jumat (13/3/2020) malam.
Peserta diskusi tampak asik melakukan gerakan tari Gambang Semarang, dalam acara tahunan Dolan Museum di area pendapa luar Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Jumat (13/3/2020) malam. (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Dalam kesempatan diskusi kebudayaan itu, pengunjung yang hadir diajak untuk melakukan gerakan dasar tarian Gambang Semarang, bersama alunan musik yang mengiringi.

Menambah keseruan, pengunjung juga diharuskan melakukan gerakan tari dengan mengenakan selendang yang dibagikan pihak panitia.

"Kami jadi lebih tahu Gambang Semarang tak hanya sebuah lagu, ternyata juga sebuah tarian yang sumbernya dari akulturasi Jawa dan Tionghoa," kesan Rois peserta diskusi asal Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Acara yang dimulai sekira pukul 19.30 WIB berakhir pukul 22.00, dengan bersama-sama melakukan gerakan tari Gambang Semarang.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved