Angkringan Pinggir Kali

Jahe Rempah Mbah Din, Hangatkan Suasana Malam di Angkringan Pinggir Kali, Kampung Jawi, Semarang

Wedang jahe Mbah Din, satu di antara minuman favorit di Angkringan Pinggir Kali, Kelurahan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Mbah Din sedang membuat wedang jahe rempah. Minuman tersebut menjadi satu di antara stand minuman favorit di area Angkringan Pinggir Kali, Selasa (24/3/2020) malam. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Jika Anda berkunjung ke Angkringan Pinggir Kali, Kampung Tematik Jawi, Kelurahan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang tak lengkap jika tidak mencoba wedang jahe Rempah Mbah Din.

Berbahan utama jahe, minuman tradisional yang konon memiliki khasiat sangat baik dikonsumsi saat masuk angin tersebut jadi jujukan favorit setiap pengunjung.

Hal itu terlihat dari setiap antrian di sebuah stand minuman berbentuk surau, tepatnya sebelah selatan area Angkringan Pinggir Kali.

"Bahan utamanya jahe, namun Kami padukan dengan sebelas rempah-rempah," tutur Rosidin atau akrab disapa Mbah Din, Selasa (24/3/2020) malam.

Bahan dasar wedang jahe rempah Mbah Din, terdiri dari  jahe, empu kunir, temu lawak, kencur, serai, jeruk nipis, kapulogo Jawa, kapulogo Arab, kayu manis, cengkeh, gula batu, dan gula aren, Selasa (24/3/2020) malam.
Bahan dasar wedang jahe rempah Mbah Din, terdiri dari jahe, empu kunir, temu lawak, kencur, serai, jeruk nipis, kapulogo Jawa, kapulogo Arab, kayu manis, cengkeh, gula batu, dan gula aren, Selasa (24/3/2020) malam. (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Untuk membuat jahe rempah ala Mbah Din, bahan-bahannya ialah jahe, empu kunir, temu lawak, kencur, serai, jeruk nipis, kapulogo Jawa, kapulogo Arab, kayu manis, cengkeh, gula batu, dan gula aren.

"Takarannya Kami pakai hitungan sepuluh, lima per lima," ucapnya sambil tangan kanan menunjukkan satu persatu bahan-bahan membuat jahe rempah.

Perbandingan takaran bahan meliputi 10 jahe, dipadukan ukuran semua rempah-rempah sebanyak 5 buah, dengan ukuran perbahan atau per rempah-rempahnya sekira 1 centimeter.

Setelah semua bahan telah tertakar, jahe bersama rempah-rempah ditumbuk secara merata.

"Menumbuknya tidak harus halus, yang pasti harus merata," kata Mbah Din kembali.

Rempah-rempah yang telah siap, masukkan ke dalam gelas dan tuangkan air panas, supaya campuran jahe bersama rempah-rempah cepat larut.

"Airnya harus panas supaya jahe bersama rempah-rempahnya mudah larut, dan aromanya juga lebih menyeruak," pungkas pria asli Kalialang, Gunungpati tersebut.

Jahe rempah Mbah Din, yang hanya dijualkan di Kampung Tematik Kampung Jawi, Angkringan Pinggir Kali, Kelurahan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (24/3/2020).
Jahe rempah Mbah Din, yang hanya dijualkan di Kampung Tematik Kampung Jawi, Angkringan Pinggir Kali, Kelurahan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (24/3/2020). (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Dengan tarif Rp 8 ribu, Anda dapat menyeduh jahe rempah khas Mbah Din, yang hanya tersedia di Angkringan Pinggir Kali, Kalialang, Gunungpati yang setiap harinya buka dari pukul 18.00-23.00 WIB.

Menurut Teja satu di antara pengunjung Angkringan Pinggir Kali yang menikmati jahe rempah Mbah Din mengungkapkan, jika perpaduan rempah-rempah sebagai ciri khas tersendiri dibanding wedang jahe yang lain.

"Perpaduan jahe dan beragam rempah-rempahnya sangat khas, dan itu menjadikan kehangatan dan kenikmatan saat diseduh," kesan Teja penikmat wedang jahe dan sudah 7 kali menikmati jahe rempah Mbah Din.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved