Masjid Layur Semarang

Tak Hanya sebagai Tempat Pengeras Suara, Dulu Menara Masjid Layur Pernah Dijadikan Pengintai Kapal

Menara Masjid Layur yang memiliki tinggi sekira 100 meter, memiliki beragam fungsi satu di antaranya sebagai tempat pengeras suara.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Menara Masjid Layur yang dulunya pernah dijadikan sebagai pengawas kapal yang akan bersandar di Semarang, Sabtu (20/6/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Masjid Layur atau akrab disapa Masjid Menara terkait penyebutan namanya bukan tanpa alasan.

Menara dengan tinggi sekira 100 meter, berbentuk bulat, dengan atap kubah khas bangunan Arab, berwarna putih kombinasi hijau, memiliki beberapa fungsi.

Ali Mahsun selaku Muazin Masjid Layur menceritakan, jika menara besar di masjid itu dulu digunakan sebagai pengawas kapal-kapal yang bersandar di Semarang.

"Menara besar itu dulu digunakan sebagai pengawas kapal-kapal ketika datang ke Semarang, terutama kapal yang akan bersandar di Kali Semarang," tuturnya kepada Tribunjatengwiki.com, Sabtu (20/6/2020).

Di sebelah timur masjid, memang terdapat sebuah sungai yang kerap disebut Kali Semarang.

Sungai tersebut aliran airnya langsung menuju ke perairan utara Jawa atau kerab disebut Laut Pantura.

"Dekatnya masjid dengan Kali Semarang, sebagai salah satu bukti aktivitas perdagangan di Semarang melalui Laut Pantura," tambah Ali.

Karena usia bangunan yang menua, hingga saat ini menara Masjid Layur hanya digunakan untuk tempat pengeras suara.

"Saat ini menara itu tidak lagi sebagai pengintai kapal, namun hanya digunakan sebagai tempat pengeras suara," tandas Ali.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved