Profil Ruang Terbuka di Semarang

Monumen Lokomotif

Monumen Lokomotif yang berada di dekat Stasiun Tawang dan Polder Tawang sebagai satu di antara sejarah perkereta apian di Semarang.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Monumen Lokomotif sebagai satu di antara spot atau tempat menarik di area Polder Tawang dan Stasiun Tawang, Sabtu (4/7/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Monumen Lokomotif merupakan satu di antara sejarah identitas perkereta apian di Semarang.

Monumen ini memiliki seri D 301 59 dibangun tepat di depan Stasiun Tawang, lebih jelasnya berada di sebelah utara Polder Tawang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Kota Semarang merupakan pelopor berdirinya Monumen Lokomotif tersebut.

Hal ini bertujuan sebagai satu di antara langkah mengenalkan sejarah perekereta apian terutama lokomotif.

Monumen ini juga dijadikan ikon Stasiun Tawang, sekaligus mempercantik area Kota Lama yang letaknya tak jauh dari Stasiun Tawang.

Sejarah Singkat

Berdirinya Monumen Lokomotif tak lepas dari ketidak mampuan Lokomotif seri D 301 59, yang telah beroperasi kurang lebih 52 tahun di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia.

Seri lokomotif tersebut merupakan satu dari 80 lokomotif yang didatangkan dari Pabrik Fried Krupp, Jerman oleh DKA (Djawatan Kereta Api) sekira tahun 1962 hingga 1963.

Dulu lokomotif ini digunakan untuk melayani kereta api penumpang, dan kereta api barang di wilayah pulau Jawa.

Prasasti Monumen Lokomotif yang dulu diresmikan oleh Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT KAI, dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sabtu (4/7/2020).
Prasasti Monumen Lokomotif yang dulu diresmikan oleh Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT KAI, dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sabtu (4/7/2020). (Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas)

Dari prasasti yang tertulis di samping kiri monumen, Lokomotif seri D 301 59 dapat melaju hingga kecepatan 50 kilometer per jam.

Karena tak berfungsi lagi, tercatat sejak bulan April 2014 lokomotif tersebut mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol.

Oleh karena itu PT KAI bekerjasama dengan Pemkot Semarang membangun sebuah Monumen Lokomotif.

Tak hanya itu saja, guna semakin memperindah suasana di dekat area Monumen Lokomotif juga dibangun dancing fountain atau air mancur menari.

Namun dancing fountain hanya dapat dinikmati ketika malam hari.

Peresmiannya kala itu dilakukan pada hari Selasa 26 Maret 2019 oleh Edi Sukmoro selaku Direktur Utama PT KAI, dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Gambaran Tempat

Monumen Lokomotif yang lokasinya berada di area Polder dan Stasiun Tawang sangat mudah untuk dijumpai.

Ditambah letaknya yang tak jauh dari Kota Lama, yang kini sebagai satu di antara jujukan wisata unggulan di Semarang.

Monumen ini memiliki warna kuning kombinasi hijau.

Ikuti kami di
KOMENTAR
228 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved