Kuliner di Semarang

Gilo-gilo

Gilo-Gilo jadi satu di antara kuliner khas Kota Semarang yang menjajakkan jajanan serba ada dengan harga yang murah dan terjangkau.

IST
Penjual Gilo-Gilo mendorong gerobaknya melewati jalananan dekat Polder Tawang. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Satu di antara jajanan serba ada khas Kota Semarang ialah Gilo-gilo.

Gilo-gilo merupakan sebutan bagi gerobak dorong yang berisi aneka jajanan seperti gorengan, buah-buahan, nasi bungkus atau nasi kucing, serta aneka jajan lain seperti di angkringan yang kerap ditemui dipinggir jalan.

Penjual Gilo-gilo di Semarang biasanya menjajakan dagangannya di area keramaian, seperti taman-taman, di pinggiran jalan, atau kawasan perkantoran.

Tak hanya itu saja, penjual Gilo-gilo kadang juga menjajakkan hingga ke area perkampungan, sekolahan, alun-alun, dekat masjid, dan berbagai sudut di Kota Semarang.

Sejarah Singkat

Nama Gilo-gilo diambil dari pengucapan si pedagang, ketika menjajakkan jajanannya.

Ucapan itu berasal dari Bahasa Jawa berupa 'iki lho ana.'

Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti ini lo ada.

Lambat laun guna mempermudah pengucapan pedagang jajanan itu, masyarakat Semarang memanggilnya dengan sebutan Gilo-gilo.

Gilo-gilo telah ada di Kota Semarang sekira tahun 1930-an.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved