Kuliner di Semarang

Gilo-gilo

Gilo-Gilo jadi satu di antara kuliner khas Kota Semarang yang menjajakkan jajanan serba ada dengan harga yang murah dan terjangkau.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
IST
Penjual Gilo-Gilo mendorong gerobaknya melewati jalananan dekat Polder Tawang. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Satu di antara jajanan serba ada khas Kota Semarang ialah Gilo-gilo.

Gilo-gilo merupakan sebutan bagi gerobak dorong yang berisi aneka jajanan seperti gorengan, buah-buahan, nasi bungkus atau nasi kucing, serta aneka jajan lain seperti di angkringan yang kerap ditemui dipinggir jalan.

Penjual Gilo-gilo di Semarang biasanya menjajakan dagangannya di area keramaian, seperti taman-taman, di pinggiran jalan, atau kawasan perkantoran.

Tak hanya itu saja, penjual Gilo-gilo kadang juga menjajakkan hingga ke area perkampungan, sekolahan, alun-alun, dekat masjid, dan berbagai sudut di Kota Semarang.

Sejarah Singkat

Nama Gilo-gilo diambil dari pengucapan si pedagang, ketika menjajakkan jajanannya.

Ucapan itu berasal dari Bahasa Jawa berupa 'iki lho ana.'

Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti ini lo ada.

Lambat laun guna mempermudah pengucapan pedagang jajanan itu, masyarakat Semarang memanggilnya dengan sebutan Gilo-gilo.

Gilo-gilo telah ada di Kota Semarang sekira tahun 1930-an.

Konon Kampung Kulitan dan Kampung Gabahan, di Kecamatan Semarang Tengah merupakan cikal bakal lahirnya Gilo-gilo.

Sebelum berupa gerobak dorong seperti sekarang, dulu para pedagang Gilo-gilo membawa aneka jajanannya dengan cara dipikul.

Sekira tahun 1980-an pedagang Gilo-gilo mulai bertransformasi dari pikul ke gerobak dorong.

Perubahan itu sebagai langkah ke efektifan dalam berjualan, supaya dapat memuat banyak jajanan yang diperjualkan.

Jajanan yang dijajakkan pun hampir sama, namun tak selengkap seperti sekarang.

Harga dan Varian Jajan

Jajanan dan makanan yang dijajakkan di Gilo-gilo, harga serta variannya beraneka ragam.

Untuk harganya, perjajan atau permakan tarifnya seribu hingga Rp 3 ribu rupiah.

Sementara untuk variannya meliputi aneka gorengan tahu, tempe, bakwan, risoles, lumpia, aneka sate kiong, ati, kikil, telur puyuh, serta beragam buah-buahan potong.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Info Detail:

  • Nama: Gilo-gilo
  • Jenis: Jajanan serba ada
  • Identitas: Gerobak dorong
  • Tahun Lahir: 1930-an
  • Lokasi: Keramaian dan Sudut Kota Semarang
Ikuti kami di
KOMENTAR
230 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved