Pasar Peterongan Semarang

Pohon Asam Mbah Gosang, Saksi Sejarah Pasar Rakyat Peterongan

Pohon asam yang berada di area depan Pasar Peterongan memiliki nilai sejarah lebih dibalik adanya Pasar Peterongan.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Dua orang turis mancanegara yang datang ke Pasar Peterongan sebelum virus corona merebak hingga ke Semarang. Para turis tersebut sedang mangamati suasana di area luar Pasar Peterongan, tepatnya di depan pohon asam yang jadi ciri khas pasar ini. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Satu di antara saksi berdiri dan berkembangnya Pasar Peterongan ialah Pohon Asam sekaligus Punden Mbah Gosang.

Pohon dan punden ini berada di depan Pasar Peterongan.

Lebih tepatnya berada di area pintu utama pasar yang telah menjadi bangunan cagar budaya.

Menurut cerita yang berkembang dimasyarakat, jika pohon asam itu telah ada sebelum berdirinya Pasar Peterongan.

"Pohon ini usianya ratusan tahun.

Bahkan sebelum pasar ini berdiri, pohon asam ini telah ada," cerita Cokro pedagang sekaligus juru kunci di Punden Mbah Gosang, Senin (20/7/2020).

Usianya yang telah tua menjadikan pohon ini sebagai saksi perkembangan Pasar Peterongan dari waktu ke waktu.

Bahkan ketika revitalisasi total Pasar Peterongan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang tahun 2015 silam, pohon ini tetap dibiarkan berdiri di area pasar.

Hal ini karena pohon asam ini memiliki nilai historis lebih, terutama dengan adanya punden Mbah Gosang yang dianggap sakral oleh masyarakat.

"Pohon asam ini sakral dan magis, banyak orang yang mempercayainya," imbuh Cokro.

Meskipun begitu, telah ditetapkannya Pasar Peterongan menjadi bangunan cagar budaya jadi satu di antara pohon asam ini harus tetap ada.

Bahkan dengan adanya pohon asam tersebut, banyak orang menyebutnya sebagai bagian dari ikon Pasar Peterongan.

"Tersohornya Punden Mbah Gosang dan pohon asam ini banyak orang lebih tau.

Jika ada pohon asam di pasar, pasti merujuk ke Pasar Peterongan," tutup Cokro.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved