Bangunan Bersejarah di Semarang

Jejak Istana Gergaji yang Sekarang Dijadikan Kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY

Salah satu bangunan cagar budaya di Semarang yang kini dijadikan Kantor OJK Kanreg Jateng DIY ialah Istana Gergaji atau Istana Balekambang.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
IST
Nampak dari depan Istana Gergaji atau Istana Balekambang yang sekarang dijadikan Kantor OJK Jateng DIY. 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Salah satu Kantor Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanreg 3 OJK Jateng DIY) ialah di Semarang.

Kantor tersebut lokasinya berada di Jalan Kyai Saleh Nomor 12-14, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan.

Kanreg 3 OJK Jateng DIY yang ditempati sekarang, dulunya merupakan gedung penuh sejarah dan telah menjadi bagian cagar budaya.

Gedung tersebut bernama Istana Gergaji atau kerap dijuluki Istana Balekambang.

Sejarah Singkat

Istana Gergaji merupakan rumah atau kerap dijuluki istana yang luas, dengan beragam fasilitas lengkap pada zamannya milik dari Oei Tiong Ham.

Dia merupakan pria keturunan Tionghoa yang lahir di Semarang pada 19 November 1866.

Oei Tiong Ham dikenal sebagai raja gula sekaligus konglomerat asal Asia Tenggara pertama di zaman Hindia Belanda.

Sebelum dimilki Oei Tiong Ham, Istana Gergaji dimiliki saudagar asal Tionghoa bernama Hoo Yam Loo.

Akibat bangkrut yang dialaminya, sekira tahun 1883 Hoo Yam Loo menjual istana itu kepada Oei Tjie Sien (ayah dari Oei Tiong Ham).

Dari sinilah Oei Tiong Ham mulai melebarkan sayapnya di dunia bisnis sekaligus mempercantik Istana Gergaji.

Memiliki luas sekira 81 hektar, area Istana Gergaji dulunya meliputi kompleks Polda Jawa Tengah, Gedung Gubernur Jawa Tengah, Gedung DPRD Jawa Tengah, Kampus Universitas Diponegoro Peleburan, Perkantoran di Jalan Pandanaran, hingga Kampung Kali.

Berarsitek gaya Eropa modern Inggris, pernak-pernik di Istana Gergaji berfariasi, seperti adanya gazebo, taman, dan kebun binatang mini.

Jadi Miliader

Oei Tiong Ham menjadi seorang miliader, ketika dia mulai bekerja meneruskan perusahaan warisan ayahnya.

Perusahaan tersebut bernama Kian Gwan Concern.

Dari sinilah dia berkarir hingga dijuluki sebagai taipan gula.

Dia mendirikan beragam pabrik gula mencapai 7.082 hektar, dengan induk perusahaannya bernama Oei Tiong Ham Concern.

Beberapa nama perusahaan pabrik gula tersebut seperti Rejoagung, Ponen, Krebet, Tanggulangin, dan Pakis.

Ikuti kami di
KOMENTAR
242 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved