Pasar Gunungpati

Kliwonan, Budaya Khas di Pasar Gunungpati Semarang

Budaya kliwonan sebagai ciri khas yang dimiliki Pasar Gunungpati. Biasanya pasar kliwon dilaksanakan berdasarkan hitungan sepasaran tanggalan jawa.

Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Suasana sederhana di area dalam Pasar Gunungpati, Kamis (24/9/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Pasar Gunungpati memiliki budaya atau tradisi khas yang tak dimiliki pasar lain di Kota Semarang.

Budaya itu ialah kliwonan.

Khoerumanan selaku Korlap di Pasar Gunungpati menceritakan bahwa, kliwonan jadi pusat ramainya kegiatan jual beli di Pasar Gunungpati.

"Sini sering ramai ketika kliwonan, dan itu (kliwonan) telah terkenal sejak dulu," katanya kepada Tribunjatengwiki.com, Kamis (24/9/2020).

Pada budaya kliwonan, biasanya beragam pedagang menjajakkan aneka dagangan.

Namun dagangan jenis bibit pertanian, alat-alat pertanian hingga pedagang hewan ternak jadi dagangan paling dominan.

"Keunikan dari kliwonan ini ialah terdapatnya pedagang pertanian, alat-alat pertanian, hingga hewan ternak.

Karena pedagang tersebut hanya menjajakkan setiap sepasaran kliwon," tambah pria yang akrab dengan sapaan Dul.

Sama seperti namanya, budaya kliwonan di Pasar Gunungpati dilaksanakan berdasarkan hitungan sepasaran tanggalan jawa, yakni setiap kliwon.

Budaya ini terbentuk berdasarkan kondisi wilayah Gunungpati yang sejak dulu terkenal dengan alam pedesaan, persawahan, dan pertanian.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved