Destinasi Semarang

Begini Penampakan Brangebouw Moedal, Bangunan Kuno Tinggalan Belanda

Brangebouw Moedal jadi satu dari sekian bangunan peninggalan Belanda di Semarang. Bangunan ini dimanfaatkan sebagai sumber mata air di Semarang.

Penulis: Anasmk
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunjatengwiki.com/Muhammad Khoiru Anas
Brongebouw Moedal sebagai satu di antara sumber mata air di Semarang, Senin (19/10/2020). 

TRIBUNJATENGWIKI.COM, SEMARANG - Brangebouw Moedal jadi satu dari sekian bangunan peninggalan Belanda di Semarang.

Bangunan tersebut berisi sumber mata air.

Di zaman Belanda, bangunan ini dimanfaatkan sebagai pengairan di Semarang.

Bahkan sampai sekarang bangunan yang memiliki sebutan Tuk Mudal, masih berfungsi dan dikelola oleh PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Baca juga: Kelenteng Tri Noto Buko Bawono (TNBB)

Baca juga: Pasar Gunungpati

Baca juga: Taman Amongrogo

Baca juga: Embung Patemon

Lokasinya berada di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Dilihat dari dekat, bangunan ini seperti rumah tak berpenghuni dengan nuansa sedikit angker.

Hal ini terlihat dari lokasi bangunan agak jauh dari pemukiman warga, hingga di sebelah kanan kiri bangunan berdiri pohon besar menjulang tinggi bahkan lebat.

Kendati demikian bangunan tersebut punya sejarah di zaman kolonial Hindia Belanda.

Brangebouw Moedal menghadap ke utara, dengan setiap dinding menyerupai batu kali berwarna hitam dan putih.

Di sekelilingnya (Brangebouw Moedal) berhias pagar berduri yang berkarat.

Pintu dari bangunan ini hanya ada satu, yakni dibagian depan atau sebelah utara bangunan.

Tepat di atas pintu terukir sebuah prasasti bertuliskan '1911 Brongebouw Moedal' dengan huruf kapital.

Prasasti tersebut menandakan tahun berdiri hingga nama tempatnya.

Masuk ke dalam bangunan, Brangebouw Moedal berisi sebuah pipa berukuran raksasa.

Pipa tersebut berfungsi sebagai alat bantu pengambilan sumber mata air.

Sampai sekarang Tuk Mudal atau Brongebouw Moedal masih jadi satu dari sekian sumber mata air yang digunakan sebagai pengairan beberapa warga Kota Semarang dan sekitarnya.

(TRIBUNJATENGWIKI.COM/Muhammad Khoiru Anas)

Ikuti kami di
KOMENTAR
286 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved