Filosofi Lomba Tujuh Belasan, Ada Balap Karung, Makan Kerupuk, Tarik Tambang, dan Panjat Pinang

Lomba peringatan tujuh belasan memiliki makna dan filosofi untuk diketahui, seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan panjat pinang.

Kompas.com
Filosofi Lomba Tujuh Belasan, Ada Balap Karung, Makan Kerupuk, Tarik Tambang, dan Panjat Pinang 

TRIBUNJATENGWIKI.COM - Lomba peringatan tujuh belasan memiliki makna dan filosofi untuk diketahui, seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan panjat pinang.

Bukan hanya sebagai ajang senang-senang, lomba-lomba tujuh belasan dapat dijadikan ajang meningkatkan rasa kerukunan antar sesama.

Pada pelaksanaannya, biasanya setiap peserta lomba akan memperoleh sebuah hadiah.

Hadiah yang diperebutkan bentuknya beragam, tergantung panitia penyelenggara.

Baca juga: Apa Makna Lomba Tujuh Belasan?

Baca juga: Surat Al Ikhlas Lengkap dengan Terjemahan dan Keutamaannya

Baca juga: Mawar Camp Bandungan

Baca juga: Pahit Daun Pepaya Dapat Dikurangi, Bagaimana Caranya?

Kendati demikian, lomba tujuh belasan tujuannya supaya menjaga kerukunan.

Selengkapnya simak makna dan filosofi beberapa lomba-lomba tujuh belasan;

Balap karung

Lomba ini mengingatkan perihnya penjajahan, terutama saat zaman Jepang.

Pada masa pendudukan Jepang, masyarakat Indonesia begitu miskin sampai tak mampu membeli kebutuhan sandang.

Sampai-sampai karung goni dipakai sebagai gantinya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved